|
Stodex Analysis
Bank Account

|
|
|
Friday, 01 April 2011 08:36 |
|
Bursa HK Atas Gain Wallstreet; Foxconn Terperosok Hong Kong, Dow Jones, 31/3/11 – Saham?saham HK menguat untuk hari kedua di perdagangan kamis, terdorong oleh gain Wallstreet (rabu), walaupun penurunan pada saham Foxconn mengikuti kekecewaan
terhadap hasil laporan tahun 2010 membatasi gain market secara keseluruhan. Bluechips index Hang Seng naik sebesar 76.09 poin atau 0.32% ke posisi 23572.52 dengan total volume transaksi mencapai HK$92.76 milyar, naik dari HK$89.08 milyar di hari rabu. Untuk periode kuartal pertama yang berakhir hari ini, index mencatat gain sebesar 2.1%.
Analis memperkirakan index untuk mendapatkan support pada level 22800 hingga akhir pekan ini, walaupun investor masih tetap hati?hati jelang data non?farm payrolls Amerika pada jumat waktu setempat.
“Masih sulit untuk memprediksikan arah market sekarang ini. Investor tampaknya masih mempertahankan posisinya untuk menunggu data ekonomi krusial dari Amerika hari jumat,” ungkap Peter Lai, direktur dari DBS Vickers.
Bursa lokal mendapatkan dorongan dari gain Index Dow Jones Industrial Average yang naik 0.58% ke posisi 12350.61 (rabu); merupakan gain ke?8 dari 10 sesi transaksi terakhir dan merupakan penutupan tertinggi sejak hampir enam pekan terakhir.
Bank of Communications naik 2,9% ke HK $ 8,56 setelah bank perkreditan China terbesar kelima berdasarkan aset merilis laba bersih untuk tahun 2010 yang naik 29,6% menjadi CNY39.04 miliar dari CNY30.12 miliar berkat kekuatan komisi di kedua bisnis pinjamannya.
Produsen minyak terbesar China, PetroChina menguat 0,9% menjadi HK$11,78 dan produsen minyak lepas pantai, CNOOC naik 0,7% ke HK$19,60 yang ditopang oleh naiknya harga minyak. Pada 0836 GMT, futures minyak mentah light and sweet diperdagangkan di New York Stock Exchange naik 74 sen menjadi US$105,01 per barel di Globex.
Foxconn Internasional merosot 4,5% menjadi HK$4,67 setelah mengatakan kerugian bersih 2010 sebesar US$218.300.000, dibandingkan dengan laba bersih sebesar US$38,6 juta pada tahun 2009, di tengah tingginya biaya produksi serta persaingan yang ketat dalam pasar kontrak handset global, yang mengakibatkan harga produk yang lebih rendah. |
|
|
|